IMPIANNEWS.COM – Bukit Sundi
Fasilitas MCK di Dusun Sawah Ampang, Jorong Jambu Sirah, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, hingga kini belum bisa difungsikan secara layak. Padahal, septic tank sudah terpasang. Ironisnya, persoalan ini telah dilaporkan warga kepada pihak terkait, namun tak kunjung ada perbaikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (26/02/2026), septic tank berbahan fiber memang sudah dimasukkan ke dalam lubang galian. Namun, proses penimbunan terlihat tidak rapi dan diduga tidak sesuai standar teknis. Lebih memprihatinkan, aliran air untuk kebutuhan MCK sama sekali belum berfungsi. Akibatnya, fasilitas yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar itu justru mangkrak dan tak bisa digunakan.
“Sudah dipasang, tapi pengerjaannya asal jadi. Air pun tidak jalan. Kami tidak bisa memakainya,” keluh Mak Jawa, pemilik rumah yang menerima bantuan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pengerjaan dan lemahnya pengawasan di lapangan. Apakah pekerjaan ini sudah melalui uji kelayakan? Siapa yang bertanggung jawab atas hasil pekerjaan yang belum bisa dimanfaatkan warga?
Sanitasi bukan sekadar proyek seremonial atau laporan administrasi. MCK yang tidak berfungsi berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan pencemaran lingkungan. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya merugikan satu keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar.
Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan, klarifikasi, dan perbaikan menyeluruh. Jangan sampai bantuan yang seharusnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat justru menjadi simbol proyek yang dikerjakan tanpa tanggung jawab.
Sanitasi layak adalah hak dasar warga. Pemerintah daerah dituntut tidak hanya membangun, tetapi memastikan setiap fasilitas benar-benar berfungsi dan bermanfaat.**(YM-Koto)
