Komitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor). Bupati Solok Jon Firman Pandu didampingi Wakil Bupati Candra bersama Mahyeldi Ansharullah, Minggu (22/02/2026).
Rakor yang digelar di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Koto Baru itu mengangkat tema Penguatan Sektor Pertanian, Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, serta dihadiri jajaran Kepala OPD Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten, terutama dalam memaksimalkan potensi unggulan Kabupaten Solok sebagai daerah agraris sekaligus destinasi wisata alam.
Gubernur Mahyeldi menegaskan posisi strategis Kabupaten Solok sebagai salah satu sentra pertanian utama di Sumatera Barat. Sangat mendorong penguatan hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah, peningkatan kualitas SDM petani, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengolahan hasil tani.
Integrasi pertanian dan pariwisata akan menciptakan efek ganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat.
“Sinergi antara pertanian dan pariwisata akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi. Potensi Kabupaten Solok sangat luar biasa dan harus dikelola secara optimal serta berkelanjutan,” tegas Mahyeldi.
Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dan jajaran di Kabupaten Solok. Menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Solok siap menjadi daerah percontohan dalam pengembangan pertanian terintegrasi dengan sektor pariwisata.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara provinsi dan kabupaten, kita optimis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Tak hanya fokus pada sektor unggulan, rakor juga membahas strategi peningkatan investasi daerah, penguatan UMKM lokal, pengendalian inflasi, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan produksi dan sarana pariwisata.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun sinergi konkret antara pemerintah provinsi dan kabupaten, sehingga potensi besar Kabupaten Solok tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.**(YM-Koto)
