IMPIANNEWS.COM - PADANG
Kabar baik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok dipastikan menerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan terdampak bencana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat. 23/01/2026
Kepastian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Terdampak Bencana Provinsi Sumatera Barat, yang dihadiri oleh sejumlah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Kabupaten Solok hadir langsung melalui Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Solok, Elafki, S.Pd, MM.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah penerima bantuan, setelah dilakukan proses verifikasi lapangan oleh tim perencana dari Kemendikdasmen. Sebanyak tujuh Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Solok dipanggil langsung untuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), setelah sekolah mereka dinyatakan memenuhi kriteria sebagai satuan pendidikan terdampak bencana.
Adapun tujuh SD di Kabupaten Solok yang telah terverifikasi dan dipastikan menerima bantuan, yakni: SDN 34 Air Dingin, SDN 32 Koto Sani, SDN 09 Selayo, SDN 08 Muaro Pingai, SDN 13 Sumani, SDN 01 Muaro Pingai, SDN 35 Koto Baru.
Total bantuan yang dialokasikan untuk Kabupaten Solok mencapai Rp4,8 miliar. Bantuan tersebut tidak hanya berbentuk pembangunan fisik, tetapi juga meliputi: Pengadaan mobiler sekolah, Paket toilet, Penataan lingkungan sekolah, Perabot dan perlengkapan ruang perpustakaan, serta Kebutuhan lain sesuai kondisi dan tingkat kerusakan masing-masing sekolah.
Menariknya, seluruh penentuan jenis dan nilai bantuan sepenuhnya ditetapkan oleh tim perencana Kemendikdasmen yang turun langsung ke lapangan. Dinas Pendidikan Kabupaten Solok berperan mengusulkan sekolah-sekolah terdampak, sementara keputusan akhir disesuaikan dengan hasil verifikasi lapangan.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti dan nilainya cukup besar untuk memulihkan kondisi sekolah-sekolah kita yang terdampak bencana,” ungkap Kadis Dikpora Elafki.
Elafki juga menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan bantuan serupa akan menyasar jenjang SMP, mengingat pembahasan saat ini baru difokuskan pada tingkat SD.
Selain revitalisasi fisik, Pemerintah Kabupaten Solok juga mendorong adanya program pemulihan psikososial bagi peserta didik terdampak bencana, khususnya di wilayah Paninggahan, yang sebelumnya mengalami korban jiwa. Program ini diharapkan mampu membantu memulihkan trauma dan mengembalikan semangat belajar anak-anak pascabencana.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan proses belajar mengajar di Kabupaten Solok dapat kembali berjalan optimal, aman, dan nyaman, sekaligus menjadi harapan baru bagi pemulihan dunia pendidikan pascabencana.**(YM-Koto)

