Komisi I dan Komisi II DPRD Kota Solok menggelar hearing/audiensi bersama Aliansi Tenaga Honorer yang tidak terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), gagal seleksi CPNS, serta tidak lulus PPPK Paruh Waktu. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (24/1/2026) di Ruang Rapat Besar DPRD Kota Solok.
Hearing tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Amrinof Dias Dt. Ula Gadang, SH, yang juga menjabat sebagai Koordinator Komisi I. Turut mendampingi Ketua Komisi I Deni Nofri Pudung, Ketua Komisi II Efriyon Coneng, serta Sekretaris DPRD Kota Solok Arjuna Anwar Nani, S.Sos, M.Si.
Selain pimpinan komisi, audiensi ini juga diikuti oleh sejumlah anggota DPRD Kota Solok yang tergabung dalam Komisi I dan II, di antaranya Rusdi Saleh, Romi Indra Utama, ST, Hendra Saputra, SH, MH, dan Rika Hanom, S.Pd.
Dari pihak Pemerintah Daerah, hadir Sekretaris Daerah Kota Solok Desmon, M.Pd, Asisten II, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, beserta jajaran terkait lainnya.
Dalam forum tersebut, Aliansi Honorer menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi terkait nasib mereka yang belum terakomodir dalam skema pengangkatan ASN, baik CPNS maupun PPPK. Mereka berharap adanya solusi konkret dan keberpihakan pemerintah daerah agar masa pengabdian yang telah lama dijalani mendapat perhatian serius.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan dan anggota DPRD Kota Solok menyatakan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi para tenaga honorer. DPRD Kota Solok menegaskan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah serta mendorong penyampaian persoalan ini ke pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Amrinof Dias Dt. Ula Gadang, menyampaikan bahwa hearing ini menjadi wadah penting untuk mendengar langsung suara tenaga honorer. “DPRD hadir sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Masalah honorer ini akan kita bahas secara mendalam dan kita cari jalan keluarnya bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Audiensi berlangsung dengan tertib dan penuh dialog, mencerminkan semangat bersama untuk mencari solusi terbaik demi kejelasan status dan masa depan para tenaga honorer di Kota Solok.**(YM-Koto)
